Yuk, Mengasihi Diri Sendiri untuk Hadapi Tantangan Dunia - Sekolah.mu

Yuk, Mengasihi Diri Sendiri untuk Hadapi Tantangan Dunia

Published
Categorized as Pilihan, Tips

How do you celebrate self-love?

Kita mungkin dituntut untuk bersifat perfeksionis dalam menghadapi tantangan dalam berbagai aspek hidup. Di sisi lain, berbagai quotes tentang self love banyak berseliweran di feed media sosial. Bagaimana kita menjalaninya dalam kehidupan sehari-hari? 

 

Self-love bisa dideskripsikan sebagai kemampuan kita untuk menerima diri dengan segala kekurangannya dan tetap memiliki kepercayaan diri. Self compassion adalah bagaimana kita peduli dan merawat diri sendiri dengan kasih. 

 

Secara psikologis, self-love dan self-compassion adalah kunci untuk kesehatan mental, mengurangi risiko depresi dan kecemasan berlebih. Dengan mempraktikkan keduanya, kita dapat memiliki ketangguhan dalam menghadapi trauma maupun kegagalan.

 

Bagaimana kita mengasihi diri sendiri?

 

Kita perlu mengasihi diri sendiri dengan cara yang sehat. Jangan sampai kita melakukan hal destruktif berkedok self-love ya, Muvers.  

 

Profesor D.A. Sbarra dari University of Arizona mendefinisikan tiga aspek self-love. Pertama, self-kindness atau kebaikan pada diri sendiri. Kita merawat diri sebagaimana kita merawat orang yang kita kasihi. Kedua, mindfulness atau ketenangan diri. Ketiga adalah kesadaran bahwa kita adalah bagian dari umat manusia yang tak lepas dari kesalahan. 

 

Sbarra menyarankan, kita dengan sadar menjalani hari-hari dengan welas asih pada diri sendiri, juga tak lupa membangun diri menjadi pribadi yang lebih baik lagi tiap harinya.

 

Yuk baca lebih banyak lagi tentang self-love!

 

Kami punya rekomendasi beberapa bacaan ringan untuk mendalami self-love dalam kehidupan sehari-harimu, nih. Berikut adalah daftarnya:

 

  1. The Self-Love Experiment (Shannon Kaiser)

Dalam buku ini, Kaiser menuntun kita untuk mempraktikkan self-love lewat pengalaman personalnya setelah mengalami kecanduan obat terlarang, depresi karena pekerjaan, serta menderita kelainan pola makan. Kaiser berbagi kisah proses mengubah pola pikir dan menemukan tujuan hidup sehingga bisa menerima dan mengasihi diri sendiri sepenuh hati.

 

  1. What A Time To Be Alone (Chidera Eggerue)

Penulis dan blogger berdarah Nigeria yang kerap dijuluki The Slumflower ini menjadi pemandu dalam menghadapi dunia yang sering meremehkan keberadaan kita. Dengan gaya khas Inggris yang sassy tapi bijaksana, Eggerue memberi tips untuk menyadari betapa berharganya diri kita. 

 

  1. Start Where You Are (Meera Lee Patel)

Seniman Amerika Serikat, Meera Lee Patel, menyajikan jurnal interaktif untuk membantu kita membangun kreativitas, mindfulness, dan kasih pada diri sendiri. Dihiasi ilustrasi dan tulisan tangan khas Patel, jurnal ini membawa kita berefleksi lebih dalam untuk lebih mengenal dan menyayangi diri sendiri.

 

  1. You Are A Badass (Jen Sincero)

Penulis Bestselling #1 New York Times, Sincero, merangkum cerita inspirasional dan latihan kecil untuk mengubah diri sendiri. Ia memberikan tips untuk mengidentifikasi dan mengubah perilaku dan kepercayaan negatif dan bisa mensabotase diri sendiri. Ia menuntun kita untuk tahu apa yang kita inginkan, berani mengambil risiko, dan menciptakan hidup yang kita sayangi.

 

  1. Big Magic: Creative Living Beyond Fear (Elizabeth Gilbert)

Penulis Eat, Pray, Love ini berbagi tentang proses kreatif serta kebijaksanaan yang ia temui dalam hidup. Gilbert mengajak kita menghargai rasa ingin tahu serta melepaskan penderitaan yang tak perlu. Tulisan Gilbert sarat akan empati dalam membantu kita menggali “strange jewel” alias potensi tersembunyi dalam diri.

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *