Women in Tech: Berdaya dengan Data! - Sekolah.mu

Women in Tech: Berdaya dengan Data!

Published
Categorized as Event, News, Pilihan, Tips

Mengubah arah pendidikan Indonesia menjadi lebih inklusif dan mengerti anak merupakan misi yang diemban Aisyiah Kurnia Sari, Data Analytics Manager Sekolah.mu. Sebagai salah satu women in tech, ia pun mengandalkan data untuk berkontribusi.

Perempuan yang biasa dipanggil Ais ini punya trauma sendiri akan dunia pendidikan yang kaku. Namun, trauma itu menginspirasinya untuk ikut berkontribusi mengubah wajah pendidikan Indonesia. 

Korban dunia pendidikan

“Aku tuh dulu bisa dibilang anak ambis, kali, ya,” kata Ais mengenang dirinya di masa kecil. Menggemari matematika, Ais pernah mengkritisi cara gurunya menyelesaikan soal. “Mungkin, kata-kataku kurang pas. Reaksi guruku pun tidak baik, aku dicap sok pintar dan sebagainya.” 

Ais kecil pun bagaikan menjadi “korban” dari dunia pendidikan yang kaku dan antikritik. Apalagi, di masanya, guru masih sering menerapkan hukuman fisik pada murid yang dinilai tidak patuh. Pengalaman tak mengenakkan di bangku sekolah pun tak hanya sekali ia alami. 

Di sisi lain, ia bertemu pula dosen dan guru yang suportif terhadap dirinya. Keluarganya yang kebanyakan berprofesi sebagai guru pun turut membantu Ais dalam menemukan passion-nya di bidang matematika.

Minatnya di bidang tersebut mengantarkan Ais berkuliah di jurusan statistika. Setelah usai S1 di Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya, perempuan ini pun mendapat kesempatan menamatkan tingkat master di Aix-Marseille University, Prancis. 

Kembali ke dunia pendidikan

Ketika kembali ke Indonesia, Ais merasa terpanggil untuk turut serta memperbaiki dunia pendidikan. Terlebih lagi ketika anaknya sempat dicap “tidak kooperatif” di sekolah. “Aku nggak mau anakku mendapat pengalaman yang sama denganku dulu,” katanya. 

Ais pun bergabung dengan pemerintah salah satu provinsi sebagai data analyst. Ia menekankan, membuat perubahan tidak bisa berdasarkan insting, melainkan harus juga menggunakan data.

Ketika berkiprah sebagai data analyst, Ais mendapatkan tawaran bergabung ke Sekolah.mu. Lucunya, Ais punya pengalaman pula sebagai calon user karena anaknya mencoba belajar di Sekolah Murid Merdeka! Setelah konsultasi dengan Kepala SMM, Laksmi Mayesti, Ais pun mengambil langkah baru dalam hidupnya: bergabung ke Sekolah.mu untuk membangun pendidikan blended learning.

Perempuan di dunia teknologi 

Sebagai Data Analytics Manager, Ais berkiprah di tim tech yang didominasi laki-laki. Hal ini justru dianggapnya sebagai sebuah benefit. 

Jam kerja Sekolah.mu yang fleksibel serta kebijakan work from anywhere memungkinkan Ais menjalani perannya sebagai ibu dengan maksimal. Ia bisa mendampingi atau mengantarkan anaknya bersekolah atau menjalani meeting dengan rekan-rekan yang saling mengerti kondisi masing-masing. Tidak ada kendala yang berarti hanya karena ia perempuan. Justru, ia merasa amat berdaya dan dibutuhkan oleh tim tech.

“Teman-temanku sangat toleransi, bahkan kayak merasa diurusi karena ada emak-emak, hahaha!” katanya. 

Ais masih punya satu cita-cita yang ia pendam. Ia ingin kembali menjadi guru! “Datang dari keluarga pendidik, sepertinya belum pas kalau aku juga belum mendidik,” ucap Ais. Semoga cita-cita ini bisa segera terlaksana, ya!

Baca juga: Lulusan SMP Jadi IT Security? Simak Ceritanya Di Sini!

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *