Mulai dari “Mengapa” untuk Bawa Perubahan - Sekolah.mu

Mulai dari “Mengapa” untuk Bawa Perubahan

Published
Categorized as Pilihan, Uncategorized

Mengapa ada pemimpin yang lebih berhasil membawa perubahan dibandingkan orang lain? Atau, mengapa sebuah organisasi berhasil mengubah masyarakat sementara kompetitornya tidak? Ternyata, kunci untuk membuat perubahan adalah mulai dari “mengapa”.

Dalam bukunya Start With Why: How Great Leaders Inspire Everyone to Take Action, Simon Sinek menjelaskan tentang teori keberhasilan seseorang ataupun organisasi. Ia meneliti banyak tokoh, mulai dari Wright Bersaudara yang menciptakan pesawat terbang sampai aktivis hak sipil Martin Luther King. 

“Mengapa” adalah kunci

Dari penelitiannya, Sinek menemukan, terdapat pola pikir, tindakan, dan komunikasi yang serupa dari para tokoh atau organisasi yang berhasil membawa perubahan. Ia menamakan temuannya sebagai The Golden Circle atau lingkaran emas. 

Terdapat tiga lapisan dalam lingkaran emas: mengapa, bagaimana, dan apa. Mengapa terkait dengan tujuan, bagaimana terkait dengan proses mencapai tujuan itu, dan apa mendefinisikan hasilnya

Kebanyakan orang berpikir dari luar ke dalam lingkaran. Mereka mendefinisikan hal yang paling jelas: apa yang mereka lakukan, bagaimana cara melakukannya, dan akhirnya sampai ke titik mengapa mereka melakukan hal tersebut. Hal ini terkait dengan pola pikir manusia yang memilih yang jelas daripada yang abstrak.

Namun, para tokoh sukses berpikir dari dalam ke luar lingkaran. Mereka berangkat dari pertanyaan mengapa. Ini terkait dengan tujuan apa yang ingin dicapai: mengapa organisasimu ada? Mengapa orang lain harus peduli dengan tujuanmu? 

Otak dan lingkaran emas

Pola lingkaran emas ternyata sejalan juga dengan otak manusia. Bagian terdalam, otak limbik, adalah bagian yang primitif. Ia bertugas mengatur insting dan perasaan. Sementara itu, bagian luar atau neocortex baru berkembang di manusia modern. Neocortex adalah bagian rasional; ia mengatur bahasa, analisis, dan logika.

Secara alamiah, manusia akan lebih mudah menerima informasi dari otak luar ke dalam. Sebab, bahasa yang kita mengerti diatur oleh neocortex. Namun, perasaan kita juga kerap berperan dalam pengambilan keputusan. Mungkin kita pernah mengalami hal-hal yang secara logika baik-baik saja namun perasaan kita tak sejalan. Itulah ketika otak limbik berperan.

Hal ini mirip dengan lingkaran emas: informasi akan lebih efektif ketika dibawa dari dalam ke luar, bukan sebaliknya.

Maka, jika kita ingin mengambil keputusan dan membawa perubahan baik ke sekitar, kita bisa mulai dari “mengapa” terlebih dahulu!

Baca juga: Kegigihan, Kunci untuk Sukses di Kehidupan

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *