Empat Area Pengembangan Diri untuk Tingkatkan Kualitas Personal - Sekolah.mu

Empat Area Pengembangan Diri untuk Tingkatkan Kualitas Personal

Published
Categorized as Pilihan

Menjadi pembelajar seumur hidup juga berarti peka terhadap kebutuhan belajar diri sendiri. Selain meningkatkan hard skill, pengembangan diri juga perlu terus diperbarui agar kita bisa meningkatkan kualitas personal.

Pengembangan diri merujuk kepada berbagai teknik untuk meningkatkan kebiasaan, perilaku, aksi, dan reaksi seseorang. Pengembangan diri yang sukses membutuhkan motivasi, keinginan untuk berkembang, dan kemauan untuk berjuang dalam membuat perubahan. Berikut adalah beberapa aspek yang perlu terus kita kembangkan untuk mencapai kedamaian dalam menjalani hari-hari.

  • Kesadaran diri atau self awareness

Kebanyakan orang menjalankan hidup secara autopilot lewat kebiasaan atau perilaku yang telah dipelajari sejak kecil. Segala strategi hidup yang telah ditetapkan tersebut seringkali tidak sesuai dengan keadaan yang kita hadapi saat ini. Malahan, bisa jadi, perilaku atau kebiasaan lama tersebut justru membawa dampak kurang baik karena bersifat toxic.

Dengan meningkatkan kesadaran diri, kita bisa menelaah apa saja yang bekerja dengan baik dalam hidup dan apa yang tidak. Dari analisis itu, kita bisa membuat perubahan di kebiasaan atau perilaku yang tak lagi sesuai dengan kondisi sekarang.

  •  Kontrol diri

Manusia pasti ingin memegang kontrol penuh atas apa yang terjadi pada dirinya. Hasrat ini terpatri di otak manusia sejak masa primitif; keinginan untuk merasa aman membawa kita melalui evolusi ribuan tahun. Namun, keinginan untuk memegang kontrol penuh ini kini bisa membawa dampak kurang baik: kita mencampurkan rasa takut–yang berbasis kondisi riil–dengan kekhawatiran tanpa dasar. Overthinking dan anxiety bisa mendominasi.

Dengan kesadaran diri, kita bisa paham bahwa satu-satunya yang bisa dikontrol adalah diri sendiri. Kita bisa memfokuskan diri pada hal-hal yang bisa kita kontrol: membangun kebiasaan sehat, membenahi perilaku yang kurang baik, atau menjalani hari dengan produktif. 

  • Penerimaan

Seringkali kita terjebak pada resistensi akan hal-hal yang mengganggu pikiran. Akibatnya, kita kehilangan energi dan waktu berharga. What we resist persists, kata Carl Jung. Apa yang kita tolak, akan bertahan. 

Kreator Positive Intelligence, Shirzad Chamine, memberi tips agar kita tidak terjebak resistensi. Perlakukan pikiran yang mengganggu sebagaimana kita memperlakukan hal fisik yang mengganggu kita. Jika kita memegang panci yang pegangannya panas, kita akan segera meletakannya. Begitu pula dengan pikiran-pikiran intrusif. Jika kita terus memikirkan peristiwa yang sudah lewat, kita bisa mengambil pelajaran untuk masa mendatang. 

Kita juga bisa melakukan hukum 10-detik: fokus pada emosi yang tengah dialami selama 10 detik. Sadari keberadaannya, hormati, dan biarkan ia pergi. Kuncinya adalah menerima apa yang kita alami dan mengelolanya sebagaimana kita punya kontrol terhadap diri sendiri.

  • Kenali diri sendiri

Untuk meningkatkan percaya diri, kita bisa mulai dari nilai dasar atau core values. Acap kali, nilai dasar ini tersembunyi di balik pengaruh eksternal yang kita terima tiap hari. Bayang-bayang dari pikiran negatif juga dapat membatasi potensi, harga diri, bahkan kebahagiaan kita. Jika mengalami kesulitan, jangan takut untuk menghubungi profesional yang dapat membantumu lebih jauh.

Baca juga: Personal Core Values untuk Hidup Lebih Bermakna

Pengembangan diri di atas bisa banget kamu terapkan secara gradual untuk meningkatkan kualitas personal dan mencapai hidup berkualitas tinggi. Tidak perlu tunggu resolusi tahun baru, yuk, kembangkan diri dari sekarang! 

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *