Waspada Decision Fatigue, Ini Tips Atasinya! - Sekolah.mu

Waspada Decision Fatigue, Ini Tips Atasinya!

Published
Categorized as Event, News, Pilihan, Tips Tagged , , , , , ,
decision fatigue melanda ketika kita kelelahan sehingga sulit ambil keputusan

Pernahkah kalian dihadapkan pada beberapa pilihan sulit dan kebingungan harus memilih yang mana–lalu berujung menunda memutuskan atau justru mengambil keputusan secepatnya tanpa pertimbangan matang saking capeknya berpikir?

Bisa jadi, saat itu kamu mengalami decision fatigue atau kelelahan memutuskan. Selain berpotensi menunda hal yang harus dilakukan, decision fatigue bahkan bisa bikin bahaya. Bisa jadi, kita mengambil keputusan buruk yang berdampak pada orang lain. 

Tim riset Columbia University mengamati perilaku hakim di pengadilan pada 2012. Ternyata, selain pertimbangan secara hukum, kondisi mental hakim juga berpengaruh pada putusan yang ia keluarkan. Semakin siang, putusan hakim makin berat. Namun, setelah istirahat siang, kondisi seakan di-reset ke pagi hari: putusan hakim berdasar pada temuan hukum tanpa dipengaruhi mentalnya yang letih.

Ahli ekonomi dan pendidik dari Amerika Serikat, George Lowenstein, menyatakan, decision fatigue berpengaruh pada pengambilan keputusan yang buruk, terutama di level tinggi. Ini dipengaruhi oleh tingkat stres di tempat kerja maupun di kehidupan pribadi.



Ternyata banyak keputusan kecil dan besar yang harus kita ambil dalam 24 jam.

Bagaimana cara mengatasi decision fatigue?

1.Identifikasi dan prioritaskan keputusan penting

Kita mungkin punya banyak hal penting yang harus diselesaikan dalam sehari. Di awal hari, buat daftar berisi situasi dan tantangan yang dihadapi dalam pengambilan keputusan. Identifikasi mana yang paling penting dan darurat, lalu prioritaskan untuk mengerjakannya di awal aktivitas harianmu

2. Buat jadwal rutin untuk mengurangi keputusan kurang penting

Kadang kita menghabiskan waktu lama hanya untuk memilih makan siang apa. Lebih baik, kita menjadwalkan hal-hal yang kurang penting sebelum memulai hari. Misalnya, memilih baju yang akan digunakan dalam seminggu atau berlangganan catering untuk makan. Keputusan-keputusan kecil ini bisa memakan waktu dan energi lebih dari yang kita perkirakan, lho!

3. Beri batasan waktu untuk tiap keputusan

Ketika kita harus mengambil keputusan penting, kita kerap dilanda kecemasan, kegugupan, dan energi negatif lainnya. Riset menunjukkan, kita paling prima di 3 jam pertama setelah memulai aktivitas sehari-hari. Gunakan waktu ini untuk menganalisa keputusan yang akan diambil: apa yang ingin dicapai, apa yang harus ditingkatkan, dan sebagainya. 

4. Bangun rasa percaya diri

Ketika kita mengambil keputusan, terkadang ada keraguan yang menyertainya. Bisa jadi kita juga takut mengambil risiko dari keputusan itu. Belajar untuk mengabaikan rasa ragu itu dan percaya pada diri sendiri untuk menghindari decision fatigue.

Decision fatigue bisa melanda siapa saja. Untuk mengatasinya, kita perlu belajar lebih tenang dan sabar dalam mengelola kondisi mental serta waktu. Semoga tips di tas bisa membuat kita lebih konsisten dan mumpuni dalam mengambil keputusan penting!



Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *