Tips Seimbangkan Kerja dan Kehidupan Pribadi - Sekolah.mu

Tips Seimbangkan Kerja dan Kehidupan Pribadi

Published
Categorized as Event, News, Pilihan, Tips Tagged , , , ,

Batasan kerja dan hidup personal yang makin berkelindan membuat kita kadang kesulitan menentukan batasan pribadi dan kerja. Sekalipun kerja jarak jauh memangkas banyak keterbatasan, tak dapat dipungkiri bahwa batasan kehidupan pribadi dan kerja menjadi lebih kabur. Di sinilah pentingnya keseimbangan kerja dan hidup atau work and life balance. Yuk, pelajari lebih lanjut apa saja yang bisa dilakukan untuk tetap hidup seimbang antara kerja dan kehidupan personal.

Work and life balance vs work and life integration

Dua model kerja yang kerap disebut adalah work and life balance dan work and life integration. Sekalipun bernada mirip, terdapat perbedaan besar antara kedua model tersebut. Work and life balance menjunjung keseimbangan yang berarti seseorang bisa lebih jelas menentukan batasan antara kerja dan personal. Caranya beragam, misalnya menentukan waktu kerja secara jelas di 8-5 atau 9-6. Kamu bisa fokus bekerja pada jam tersebut dan menggunakan waktu di luar jam kerja untuk kehidupan personal. 

Sisi positif dari work and life balance adalah kamu bisa membuat batasan yang jelas sehingga jadwal kerja dan kehidupan pribadi lebih jelas. Di luar jam kerja, kamu tak lagi mengecek email atau chat kantor. Di sisi lain, kamu harus menunda mengerjakan pekerjaan pribadi di jam kerja agar tetap bisa menyelesaikan semua tugas tepat pada waktunya. 

Sementara itu, work and life integration menekankan pada integrasi kerja dan kehidupan personal tanpa batasan waktu yang kaku. Model ini mengaburkan batasan jelas antara kerja dan kehidupan pribadi. Jadi, bisa banget kamu masih tetap harus responsif pada kanal komunikasi kantor sekalipun jam kantor telah berakhir. 

Sisi positifnya, kamu bisa mengatur jam kerja yang paling sesuai, misalnya memilih kerja di sore-malam hari untuk para night owl. Kamu juga bisa mengerjakan tugas-tugas pribadi di jam kerja, contohnya mencuci baju sambil mengikuti rapat atau menunggu anak sekolah sambil bekerja. Namun, tak berarti kamu harus mendedikasikan 24 jam untuk keduanya lho. Kamu bisa tetap membatasi waktu kerja, misalnya 8 jam, yang dipecah-pecah di sepanjang hari. 

Tentukan batasanmu

Mana mode kerja yang paling baik, hanya kamu yang bisa menentukan sendiri. Jika kamu butuh waktu fokus kerja tanpa distraksi, work and life balance cocok untukmu. Namun, kalau kamu merasa lebih produktif bekerja diselingi tugas pribadi, mode work and life integration lebih pas untuk diterapkan. 

Yang tak bisa dilupakan, keduanya tetap bisa berjalan dengan menerapkan batasan pribadi antara personal dan profesional. Apa saja yang harus dibutuhkan? Yuk perhatikan hal-hal ini agar kamu bisa menentukan batasan yang jelas.

Pahami prioritas dan kebutuhan kita

Penting bagi kita untuk paham betul prioritas apa yang sedang dikejar saat ini. Jika kamu memprioritaskan kemajuan karier yang pesat, bukan tak mungkin kamu memang harus menyediakan waktu yang fleksibel untuk pekerjaan. Namun kita harus tetap ingat bahwa ada aspek lain di kehidupan yang membutuhkan perhatian sama besarnya. Bersosialisasi, refreshing, dan menjalankan hobi juga penting lho untuk kesehatan kita. Kamu bisa membuat skala prioritas agar dapat menjalankan semua tugas dengan lebih efektif dan efisien.

Buat jadwal kerja yang terperinci

Jika kamu menerapkan jam kerja yang jelas dari 8-5, akan lebih mudah untuk membuat jadwal dan prioritas kerja. Nah, kalau kamu memang menerapkan work and life integration, kamu tetap bisa lho membuat jadwal kerja di antara kegiatan pribadi. Dengan membuat jadwal, kamu bisa mengatur prioritas dan mengalokasikan waktu serta energi yang cukup untuk semua aktivitasmu. Pecah daftar tugasmu sekecil dan serinci mungkin agar kamu bisa dengan tepat mengatur waktu dan prioritas.

Berani asertif

Agar kamu bisa semaksimal mungkin dalam bekerja, beranilah bersikap asertif dan berkata tidak apabila ada pekerjaan yang diberikan di luar job description atau di luar waktu kerja. Dengan berlatih asertif, rekan kerja atau atasan pun akan menghargai waktu di luar jam kerjamu. Psst, tapi kamu harus tetap optimal di waktu kerja ya!

Batasan kerja dan hidup personal yang makin kabur menuntut kita untuk bisa menentukan batasan pribadi dan kerja. Yuk, praktikkan tips di atas agar kamu bisa menyeimbangkan kerja dan kehidupan pribadi!

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *