Listen to The Child In You: Stay Happy and Curious As Adults - Sekolah.mu

Listen to The Child In You: Stay Happy and Curious As Adults

Published
Categorized as Event, News, Pilihan, Tips Tagged , ,

Sosok kita sekarang tak lepas dari pengaruh masa kecil dahulu. Mungkin ada cita-cita atau pengalaman yang mengantarkan kita ke titik ini. Mungkin juga ada impian masa kecil yang perlahan diwujudkan dengan berbagai upaya di usia dewasa. Tak lupa juga, ada sifat khas anak-anak seperti penasaran, senang bermain, dan mudah tertawa yang bisa meringankan langkah kita saat ini!

Yuk ngobrol ringan sejenak tentang masa kecil yang pasti berdampak banyak pada diri kita sekarang. Bagaimana pengalaman kecil dan sosok kanak-kanak dalam diri bisa memotivasi kita sekarang? Tim Inside Sekolah.mu ngobrol dengan Alda Mustafri (Head of Product Design) dan Fatimah Zahrah (Guru PAUD Daring dan Luring – BU Sekolah Murid Merdeka) untuk melihat kembali sosok anak kecil yang mempengaruhi mereka sampai saat ini!

Alda Mustafri, Head of Product Design – Product

Alda bergabung dengan PT Semesta Integrasi Digital di Mei 2020 dengan role awal sebagai Product Manager. Ia tertarik untuk bergabung dengan PT SID karena nilai yang dianut sesuai yang dipegang oleh Alda. Contohnya, Merdeka Belajar yang merayakan Muvers untuk mencari ilmu seluas-luasnya. Ternyata, pengalaman awal bergabung ini membuat Alda lebih inovatif dan kreatif sebagaimana anak kecil yang terus mengeksplorasi sekitarnya. 

Kesempatan belajar

Satu hal yang Alda selalu lakukan dari masa kecil dari sekarang adalah belajar. Ada rasa bangga dan puas ketika bisa menguasai hal baru. Ini sejalan dengan SID yang mendukung Muvers untuk terus belajar lewat berbagai program. Selain pelatihan dan program Muvers Belajar, ada pula kesempatan belajar luas dari tantangan yang dihadapi dalam project yang dikerjakan. Inilah yang dialami Alda kala baru bergabung dengan SID. 

“Di fase awal perusahaan, kita masih butuh banyak inovasi. Sehingga peluang dan kesempatan belajar sangat terbuka dengan adanya project-project menantang, yang bisa dipakai untuk berkembang dan berkreasi,” tutur Alda. 

Salah satu yang menantang adalah ketika Sekolah.mu pindah ke web sendiri sehingga banyak fitur yang harus disusun. “Di sana kita dikasih kepercayaan dengan banyak yang masih bisa dieksplor. Ini sangat challenging. Dengan adanya kepercayaan, otomatis mendorong saya untuk banyak belajar dan berkembang.”

Untuk terus mengembangkan diri, Alda pun mencoba apply ke program Muvers Belajar. Ia berhasil terpilih dan mendapatkan beasiswa untuk mengikuti online course. Kursus tersebut mengembangkan kemampuannya untuk menjadi pribadi yang lebih maju.

Anti-sekolah yang bekerja di pendidikan

Menariknya, dulu Alda kecil justru tidak suka sekolah, lho! Ia merasa sekolah tidak fleksibel sehingga tidak memberikan ruang untuk mengenal diri sendiri. “Kita nggak bisa eksplorasi minat dan bakat. Harus mengikuti aturan dan pelajaran yang sudah fixed. Tapi, kita nggak tahu esensinya dan kaitannya dengan kehidupan sehari-hari tuh apa,” ujar Alda mengenang masa kecilnya dulu.

Pengalaman itu justru membuat Alda terpacu untuk bekerja mewujudkan pendidikan yang lebih baik bagi semua lewat perannya di edutech. Ia bermimpi untuk memberikan kesempatan belajar yang lebih baik dan pendidikan belajar yang lebih merata. Murid-murid pun berkesempatan untuk belajar dan mendapat teman yang berasal dari berbagai daerah. Alda melihat sistem di SID khususnya BU – Sekolah Murid Merdeka yang berpihak kepada anak. “Sistem SMM punya kurikulum terpersonalisasi, gaya belajar inklusif yang tidak ada batasan bagi murid. Jadi murid bisa fokus dengan minat belajar yang ingin didalami.”

Cita-cita jadi orang bahagia

Jika ditanya apa cita-citanya, Alda punya jawaban yang tidak biasa. Ia ingin jadi orang bahagia. Hal ini diwujudkan dengan perpindahan karier dari programmer menjadi product manager dan kini berfokus di product design. 

“Di Sekolah.mu udah cukup lama, kalau ditanya bahagia atau nggak, ya dapat bahagia. Saya senang dan bahagia jalaninnya karena nilainya juga sejalan. Saya merasa sangat bahagia apabila apa yang dikerjakan berguna untuk orang lain.”

Pengalaman belajarnya di masa kecil juga membekali Alda untuk menjalankan perannya dalam memberikan pengalaman belajar terbaik pada user. Contohnya, tampilan desain disesuaikan dengan user yang dituju. Misalnya, Sekolah.mu harus precise, relatable, dan fun. Ini diwujudkan lewat kehadiran maskot Cika dan Coki yang ekspresinya melambangkan kegembiraan belajar. 

Adakah hobi yang dibawa dari kecil sampai sekarang? Alda punya banget lho! Sejak kecil ia gemar main game dan membaca komik terutama Detektif Conan yang sampai sekarang belum juga tamat. Bahagia belajar, bahagia menjalankan hobi!

Fatimah Zahrah, Guru PAUD Daring dan Luring – BU Sekolah Murid Merdeka

Zahrah yang biasa dipanggil Bu Zahrah oleh murid-muridnya ini memiliki minat di bidang pendidikan sejak lama. Ia bergabung dengan PT SID setelah bertemu dengan salah satu koneksi dari lembaga sebelumnya dan diperkenalkan dengan Sekolah Murid Merdeka. Cita-cita Zahrah pun sejalan dengan SMM, yakni memeratakan pendidikan di Indonesia. 

Sejak dulu, Zahrah senang berinteraksi dengan anak-anak kecil. “Di jenjang SD, aku merasa dedikasi para pendidik di masa itu amat berkesan. Kehadiran masing-masing guru menularkan aura positif yang memotivasiku menjadi guru,” katanya. 

Hobi gambar sebagai guru

Zahrah kecil ternyata punya cita-cita di bidang teknik lho! Ia bermimpi untuk menjadi arsitek karena memiliki hobi menggambar dan mewarnai. 

Walaupun kini berperan sebagai guru, hobi sejak kecil ini pun tersalur lewat kesempatan membuat bahan ajar yang menarik perhatian murid-murid. Zahrah tekun membuat visualisasi menarik untuk kebutuhan pembelajaran murid-murid PAUD, misalnya untuk materi pengenalan gambar maupun kata-kata. 

“Visualisasi pembelajaran ini bisa membantu proses belajar-mengajar lebih inovatif dan menarik,” tutur Zahrah. Visualisasi yang menarik ini memicu anak-anak untuk penasaran dan belajar lebih dalam lagi. 

Keterampilan mendengar 

Pengalaman positif di sekolah ketika kecil menginspirasi Zahrah untuk membangun suasana belajar yang menyenangkan di SMM. Salah satu caranya adalah dengan berinteraksi aktif dan mendengar aspirasi murid maupun orang tua mereka dengan aktif. 

“Dari perspektif anak-anak, bonding dengan guru bisa terbentuk dari adanya pemahaman terhadap keluh-kesah yang disampaikan anak murid,” katanya. Ia tak pernah luput mendengarkan aspirasi anak-anak tentang apa yang mereka sukai dan tidak sukai. Untuk menjaga ketertiban, ada aturan untuk berbicara secara bergiliran dan duduk dengan nyaman. Sementara itu, aspirasi orang tua pun penting untuk mewujudkan lingkungan belajar yang bisa mewadahi kebutuhan tiap anak yang berbeda-beda. 

Keterampilan active listening ini, menurut Zahrah, juga difasilitasi oleh SID khususnya SMM dengan adanya biweekly rutin dan kegiatan pelatihan yang diakomodasi SMM. Tak hanya itu, ada pula kegiatan bonding untuk guru dan staf SMM, misalnya buka bersama secara virtual, halal-bihalal, sampai healing bersama dengan road trip di luar pekerjaan.

Menjadi pekerja di startup edutech, apapun peranannya, pasti membutuhkan kreativitas, inovasi, dan eksplorasi tanpa henti. Sifat-sifat khas anak seperti penasaran dan senang belajar pun kembali diwujudkan di sini. Semoga kita bisa memelihara sifat-sifat tersebut untuk mengembangkan diri bersama-sama!




Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *