Navigating Workplace Relationships by Strengthening Team Bonding - Sekolah.mu

Navigating Workplace Relationships by Strengthening Team Bonding

Published
Categorized as Event, News, Pilihan, Tips

Dalam dunia kerja tentunya kita harus berkomunikasi dengan semua stakeholder, mulai dari rekan kerja, atasan, sampai klien. Komunikasi yang dijalankan pun beragam. Ada komunikasi formal dengan tujuan membahas pekerjaan yang sedang dijalankan, ada pula non formal untuk mengakrabkan diri. Nah, gimana sih caranya supaya kita bisa menjalankan komunikasi dengan lancar untuk menjalin hubungan, terutama dengan rekan kerja?

Kali ini, Diena Masysya Zyandra (HR Ops, HRGA) akan sharing tips berkomunikasi dengan rekan kerja supaya bisa harmonis namun tetap profesional. Yuk simak ceritanya!

Awal perjalanan

Berawal dari seorang intern pada tahun 2021, hingga saat ini May terus berkontribusi dan berkembang di Semesta Integrasi Digital. Pengalaman selama 2 tahun lebih tentu membawa May banyak bekerja sama dan berkomunikasi dengan banyak rekan kerja. Ini dia berbagai pengalaman dan cerita di setiap langkah yang ia tempuh!

Saat menjadi intern, May merasa senang karena dapat merasakan pengalaman di berbagai bidang, khususnya di HR. Ia merasa pengalaman tersebut menjadi ladang belajarnya di awal karier yang sedang ia tempuh, terutama karena ia diberikan kesempatan untuk mendampingi berbagai project. 

“Pernah ngerjain recruitment, GA, performance review, administrasi HR juga pernah aku handle. Di luar itu, nyambi-nyambi jadi MC internal event juga pernah, bahkan jadi tim IT ops juga pernah, “ tutur May. 

Menurutnya, selain mendapatkan kesempatan dan kepercayaan, ia juga merasakan rekan kerjanya yang suportif dan sangat menghargai setiap pribadinya. May merasa bahwa rekan kerjanya tidak hanya sebatas kolega, tetapi juga sebagai keluarga.

“Banyak banget hal baru yang aku pelajari dan bangun selama di SID karena di sini aku dikasih kesempatan buat belajar dan bertumbung bareng. Selain kesempatan dan kepercayaan yang diberikan, tentunya aku punya tim yang sangat hangat dan toleransi, bos yang baik dan nggak pernah marah. Nilai memanusiakan hubungan juga menjadi salah satu faktor kenyamananku di SID. Jadi, selain dapat manfaat karier yang terus berkembang, secara emosional juga dapet karena rasanya kaya keluarga aja, hangat,” imbuh May.

Pentingnya jaga hubungan

Menjaga hubungan baik dengan rekan kerja hingga atasan menurut May sangat penting. Baginya, ketika kita dan rekan kerja sudah memiliki hubungan yang baik, maka pekerjaan yang berat sekalipun akan terasa lebih enjoy ketika mengerjakannya. Ketika kita menikmati pekerjaan, kita pun akan meningkatkan produktivitas kerja lho!

“Penting banget, kalau makin akrab, makin tau “cerita” masing-masing, jadi rasanya kerja itu nggak kayak kerja lagi, tapi cuma kayak kerja kelompok waktu sekolah. Kerjaan yang berat kalo dikerjain sambil seru-seruan dan ketawa akan terasa lebih seru untuk dijalani,” ujar May. 

Kedekatan dan respect dengan rekan kerja, menurut May, diawali dengan adanya perasaan saling empati dan toleransi yang dimiliki oleh diri kita sendiri. Ketika rasa empati dan toleransi tersebut sudah tumbuh dalam diri kita, maka rekan kerja kita juga akan ikut merefleksikan tindakan tersebut. 

“Untuk menciptakan respect dan kedekatan dengan rekan kerja, tips nya bisa dimulai dari diri sendiri dulu. Kita coba buat prinsip buat saling bantu kalo tim kita ada yg kesulitan,” ujar May. Ia mencoba menempatkan diri di sisi rekan kerja dan bertoleransi agar bisa mengerti apa yang dirasakan. Misalnya, ketika ada kesalahan, ia lebih memilih saling merangkul dan back-up agar tidak terulang lagi. Jangan sampai melakukan hal yang membuat rekan kerja semakin kesulitan. 

“Pokoknya dimulai dari diri sendiri dulu, nanti rekan kerja, atasan, bawahan pasti akan respect dan merefleksikan sifat-sifat itu juga ke kita,” pungkasnya. 

Atasi perbedaan 

Perbedaan merupakan suatu hal yang nggak bisa dihindari. Begitu juga dengan May yang banyak menemukan berbagai perbedaan di tengah dinamika pekerjaan yang dijalaninya. Untuk menyikapinya, May terbiasa fokus mencari solusi yang terbaik dan paling efisien untuk diterapkan.

“Ketika ketemu perbedaan, kita nggak nyari yang paling benar atau siapa yang paling oke. Pokoknya kita harus cari cara terbaik, terefisien, supaya memudahkan pekerjaan kita ke depannya. Mungkin nanti akan menggunakan ide teman, bukan ide kita, dan itu nggak apa-apa.”

Ketika menemui perbedaan yang mudah diatasi, May dan tim cenderung mencari titik tengah di dalam tim. Sementara itu, ketika menghadapi perbedaan yang lebih sulit, ia dan tim bisa meminta pendapat atasan untuk menemukan solusi paling baik. 

“Biasanya kalau ada perbedaan pendapat yang sulit menemukan titik terangnya, kita akan tampung semua pendapat, terus kita ajukan ke atasan untuk menentukan pendapat mana yang lebih efisien untuk kinerja kita,” katanya. Dalam sesi konsultasi itu, ia juga menyertakan alasan, plus-minus dari tindakan yang akan diambil, dan berbagai hal lain yang menyertainya. Pada akhirnya, yang diutamakan adalah jalan terbaik yang akan membantu kinerja semua anggota tim. 

Bonding dengan tim

Dinamika pekerjaan yang sudah cukup panjang membuat May memiliki berbagai cerita menyenangkan. Salah satunya adalah mengenai awal kedekatannya dengan rekan kerja, yang biasanya diawali dengan saling berbagi cerita dan keluh kesah mengenai pekerjaan. Komunikasi non formal seperti sekadar saling lempar candaan atau mengobrol santai ini dapat menstimulasi proses bonding dengan rekan kerja lho!

“Layaknya masa sekolah dulu, keakraban dimulai dari “mengeluh bersama” karena kita sama sama relate. Lama kelamaan ada masanya lempar-lemparan jokes dan memes tentang pekerjaan atau sekedar nyemangatin aja.  Makin lama karena makin berasa relate dan berasa beneran teman seperjuangannya,”  Ujar May.

Bonding antar rekan kerja dalam tim ini juga didukung dengan adanya event internal di HR, seperti HR Fun Day. Psst, ternyata di internal tim HR Ops pun ada kegiatan untuk meningkatkan kualitas bonding antar rekan kerja lho! Guna meningkatkan kualitas hubungan, bisa dimulai dari hal-hal kecil seperti yang dilakukan tim May.

“Kalo di timku biasanya suka janjian ke kantor buat sekedar bercanda secara langsung. Biasanya, kita ke kantor itu kalo lagi nggak begitu banyak kerjaan, karena kalo udah ke kantor pasti bawaannya mau ngebanyol satu sama lain,” ujar May menutup pembicaraan.

Bonding dengan rekan kerja sangat penting untuk menjaga profesionalitas dan produktivitas kita dalam bekerja. Cara membangunnya bisa beragam, mulai dari menumbuhkan empati sampai saling lempar candaan. Semoga kita selalu bisa menjaga hubungan baik dengan rekan kerja yaa~




Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *