Art of Expressing Your Needs At Work - Sekolah.mu

Art of Expressing Your Needs At Work

Published
Categorized as Event, News, Pilihan, Tips Tagged , ,

Dalam bekerja, ada kalanya kita perlu mengekspresikan dan menyampaikan apa yang diri sendiri butuhkan. Namun, kita pun perlu memperhatikan pandangan, hak, dan batasan dengan rekan kerja. Menyeimbangkan keduanya mungkin jadi tantangan yang nggak bisa dihindari ketika bekerja, terlebih bagi kita yang bekerja secara hybrid bahkan remote. Tanpa komunikasi langsung, kita tak selalu bisa mengekspresikan kebutuhan setiap saat kepada rekan kerja. 

Mengekspresikan dan menyampaikan kebutuhan ini menjadi salah satu bagian dari kecerdasan emosional di tempat kerja yaitu kemampuan sosial. Ketika mengasah kemampuan ini, salah satu artinya adalah kita akan mengembangkan keterampilan berkomunikasi dan berinteraksi dengan orang lain yang sangat dibutuhkan untuk kelancaran pekerjaan. Karena, setiap harinya, bahkan setiap jam mungkin saja kita akan terus berinteraksi dengan orang lain baik secara  langsung maupun daring. Penyampaian yang dilakukan secara langsung dan daring sendiri juga memiliki karakteristik dan strateginya sendiri. Oleh karenanya, kemampuan sosial untuk dapat mengungkapkan apa yang kita butuhkan ini merupakan hal nggak bisa disepelekan untuk menjaga kelancaran pekerjaan dan relasi dengan rekan kerja hingga atasan. 

Pada dasarnya, untuk dapat mengekspresikan kebutuhan kita dengan baik, kuncinya adalah kemampuan dalam menyeimbangkan keinginan dan kebutuhan kita, serta keinginan dan kebutuhan yang orang lain miliki. Gimana caranya ya? Yuk simak beberapa tips di bawah ini agar kamu lebih bisa mengekspresikan kebutuhanmu dengan baik di tempat kerja!

Mengatakan tidak

Menurut SimplyHired yang telah melakukan survey kepada 1000 pekerja penuh waktu, 26% di antaranya pernah melakukan white lies berupa mengatakan mereka siap untuk mendapatkan pekerjaan tambahan. Pada kenyataannya, mereka sendiri bahkan tidak mampu untuk merealisasikannya. Perlu kemampuan mengatakan tidak ketika bekerja. 

Namun, menolak atau mengatakan tidak ini terkadang memerlukan banyak keberanian, terlebih ketika kamu diminta pertolongan oleh atasanmu. Siapa nih yang relate? Wajar banget apabila kita akan merasa sungkan jika menolak permintaan tersebut. Tapi perlu diperhatikan, jika kamu menerima permintaan tersebut tetapi nantinya mengakibatkan pekerjaan utama mu nggak bisa di-handle, itu artinya kamu perlu menolaknya. 

Tentunya, menolak permintaan tolong juga ada caranya. Kunci utama agar tetap menghargai rekan kerja atau atasanmu adalah selalu gunakan kata terima kasih dan maaf. Contohnya ketika kamu diminta atasanmu untuk membantunya merapikan dokumen, tetapi kamu sedang mengerjakan pekerjaan yang deadlinenya lebih mepet lagi, bisa ucapkan “Terima kasih atas tawarannya pak/bu, saya sangat menghargai jika bapak/ibu mempercayakan pekerjaan tersebut kepada saya. Tetapi, mohon maaf pak/bu, saat ini saya sedang mengerjakan pekerjaan yang tenggat waktunya cukup dekat. Sehingga saya perlu menyelesaikan terlebih dahulu pekerjaan ini.”

Nah, kalau kamu ternyata punya alternatif solusi, sampaikan kepada atasanmu ya! Contohnya,  “Namun, saya memiliki rekomendasi lain pak/bu, setelah menyelesaikan deadline, saya memiliki waktu cukup luang untuk membantu bapak/ibu untuk merapikan dokumen tersebut. Bagaimana pak/bu?”

Jadi, kebutuhanmu untuk menyelesaikan pekerjaan tetap bisa berjalan dan tersampaikan dengan baik tanpa menyinggung atasan atau rekan kerjamu. 

Baca juga: How to Set Boundaries At Work

Meminta bantuan

Saat bekerja, akan ada saat di mana kita membutuhkan bantuan dari rekan kerja hingga atasan. Nah, ketika kamu bertemu dengan situasi tersebut, jangan asal minta tolong kepada rekan kerja atau atasanmu ya! Be considerate; pertimbangkan keperluan mereka di atas keperluanmu, karena bagaimanapun kamulah yang meminta bantuan. Jadi, selalu awali dengan pertanyaan mengenai kesibukan rekan kerja atau atasan. Kamu bisa katakan “Maaf mengganggu waktunya, saat ini apakah kamu sedang ada pekerjaan atau tidak? Aku butuh bantuanmu di beberapa hal…”. Kalau ternyata rekan kerja atau atasanmu menolaknya, maka kamu nggak boleh marah atau kesal ya. Karena, bagaimanapun juga menolak atau menerima itu merupakan hak mereka, pun denganmu ketika diminta bantuan juga.

Jelas dan lugas

Menyampaikan pesan perlu kejelasan dan kelugasan agar pemahaman yang diterima oleh orang lain dengan yang kamu maksud sesuai. Kejelasan dan kelugasan ini nggak hanya diterapkan dalam bagaimana cara kamu mengungkapkan pesanmu, tapi juga terkait dengan bagaimana kamu bisa menjelaskan sedetail mungkin inti pesannya. Sampaikan contoh serta alasan konkret agar lawan bicara memiliki gambaran yang jelas. Contohnya, kamu sedang menyampaikan bahwa tim-mu membutuhkan tambahan personil, kamu bisa sampaikan “Saya membutuhkan tambahan personil sebanyak 3 orang untuk masuk ke dalam 3 tim berbeda. Objective tiap tim adalah… ” Informasikan hal penting secara jelas, detail, dan transparan agar dapat dimengerti. Biar nggak belibet sampai buat orang lain bingung, to the point saja ya!

Gunakan berbagai media 

Terdapat banyak ragam media penyampaian pesan, mulai dari penyampaian secara lisan, tertulis, hingga digital. Berbagai media ini memiliki karakteristik, keunggulan, serta kekurangannya masing-masing. Kamu dapat sesuaikan dengan audiens yang dituju. Misalnya, ketika kamu sedang bekerja secara remote, kamu bisa menyampaikan kebutuhanmu melalui lisan via telepon atau virtual meeting. Jangan lupa follow up dengan media tertulis digital agar informasi mudah di-tracking.

Penting banget untuk bisa mengekspresikan kebutuhanmu ketika bekerja untuk menjaga workflow tetap lancar. Perlu latihan dan pembiasaan agar kita bisa menyampaikan pesan-pesan terkait kebutuhan kita dengan lancar. Yuk semangat berkomunikasi, belajar, dan berekspresi dalam menyampaikan kebutuhanmu yaa MuFriends!

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *