Tips to Get Rid of Your Insecurities - Sekolah.mu

Tips to Get Rid of Your Insecurities

Published
Categorized as Event, News, Pilihan, Tips

“Kok aku gampang insecure karena hal-hal kecil ya?”

Siapa nih yang relate sama hal tadi? Nah, sebenarnya perasaan insecure ini wajar banget kalau sering muncul lho. Eits, tapi tunggu dulu, sebelum kita bahas lebih dalam tentang perasaan insecure, yuk kita kenalan dulu sama perasaan insecure dan contoh penyebabnya! 

Menurut Kamus Psikologi American Psychological Association, perasaan insecure adalah perasaan nggak mampu dalam salah satu hal yang dilalui di kehidupan. Nggak hanya itu, perasaan insecure ini juga merupakan rasa nggak percaya diri dan kesulitan dalam menghadapi serta mengatasi ketidakpastian, kegagalan, dan hal lainnya yang dinilai menyulitkan. 

Lalu, kira-kira penyebab munculnya perasaan insecure dalam kehidupan sehari-hari itu apa aja? Hmm, penyebabnya itu sebenarnya sangatlah beragam, tergantung bagaimana karakteristik setiap orang. Tapi, salah satu penyebab yang cukup umum adalah ketidakmampuan atau kesulitan dalam mencapai suatu target. Rasa insecure mungkin timbul ketika teman atau rekan kerjamu mampu untuk mencapai target tersebut. 

Nah, saat bertemu dengan perasaan insecure ini, kamu perlu atur strategi untuk mengatasinya lho! Tujuannya agar perasaan insecure ini bisa kamu olah untuk jadi stimulus kepada dirimu sendiri agar terus berkembang. Apa aja sih caranya? Yuk simak selengkapnya di bawah ini! 

Cari dan evaluasi sumber insecure-mu

Mengingat perasaan insecure itu nggak boleh dibiarkan begitu aja, langkah ini menjadi salah satu poin penting yang perlu kamu perhatikan. Cobalah cari apa yang menjadi penyebab perasaan insecure-mu dan evaluasi kenapa penyebab itu timbul.

Misalnya, kamu merasa insecure dengan rekan kerjamu yang sukses mencapai target pekerjaannya dan sedangkan kamu belum berhasil. Artinya, kamu perlu breakdown berbagai faktor yang menjadi penyebab mengapa pekerjaanmu belum mencapai target. Tulislah faktor internal maupun eksternal yang mempengaruhi hal tersebut. Setelah kamu berhasil, kamu bisa sortir lagi di antara faktor-faktor tersebut, mana yang menjadi penyebab utamanya. 

Langkah ini bisa membantumu atur strategi buat mengatasi kendala yang ternyata dihadapi! Misalnya, ternyata faktor penyebab utama targetmu belum berhasil adalah kamu kesulitan fokus mengerjakan karena padatnya waktu. Kamu bisa atur strategi manajemen waktu atau membuat skala prioritas pekerjaanmu. Eits, strategi buat mengatasi penyebab rasa insecure-mu ini jangan yang jangka pendek aja ya. Tapi, usahakan atur strategi yang sustainable biar pengaruh baiknya juga bisa terus kamu rasakan. 

Persiapkan diri menghadapi kegagalan

Kegagalan maupun kemunduran itu sudah menjadi bagian dari kehidupan. Wajar, kalau kamu punya rasa insecure, sedih, hingga kecewa saat bertemu dengan situasi tersebut. Tapi, yang perlu diingat adalah, jika nggak semua hal bisa kamu kontrol sesuai dengan keinginanmu. Ada banyak hal di luar kendalimu yang bisa saja sewaktu-waktu terjadi.

Yuk belajar atur strategi tersendiri saat menghadapi kegagalan agar perasaan insecure-mu nggak berlangsung lama. Misalnya, sebagai upaya preventif, kamu bisa detailing kemungkinan terbaik dan terburuk dari keputusan yang ingin diambil. Nah, lewat perincian yang dilakukan, kamu bisa sesuaikan strategi mengatasi atau menghindari kegagalan dari keputusan yang kamu ambil. Perlu diingat kalau strategi mengatasi kegagalan ini nggak selalu sama dengan orang lain. Jadi, kenali dirimu sendiri dan cobalah atur strategi yang sesuai dengan karakteristikmu. 

Baca juga: The Power of Believing in Yourself: A Guide to Overcoming Self-Doubt for Career Growth

Berikan ruang apresiasi untuk diri sendiri

Apresiasi diri itu bisa banget kamu lakukan lewat hal-hal kecil. Cara paling mudahnya adalah dengan memberikan afirmasi positif seperti ucapan terima kasih di setiap fase yang kamu lalui. 

Nggak hanya saat kamu berhasil dalam pencapaianmu aja, tapi saat kamu gagal juga perlu kamu apresiasi. Eits, jangan salah sangka kalau yang diapresiasi itu kegagalanmu ya! Tapi, yang kamu apresiasi adalah usahamu dalam berjuang. Walaupun belum berhasil, tapi kamu udah berhasil berjuang semaksimal yang dirimu bisa. Tentunya, diikuti dengan langkah perbaikan diri agar nggak bertemu dengan kegagalan lagi kedepannya. 

Tapi, kalau kamu bisa cara-cara lain buat apresiasi diri juga bisa banget kamu lakuin lho! Misalnya, kamu bisa berikan waktu me time ke diri sendiri di tengah padatnya load kerjamu. Saat me time ini, kamu bisa lakuin berbagai hal yang kamu suka untuk menghilangkan perasaan insecure-mu itu. Pastinya, ruang apresiasi diri ini sangat beragam bentuk dan caranya. Asalkan, tujuannya sama-sama bisa membantumu untuk bangkit dan melawan rasa insecure yang hinggap padamu. 

Tulis setiap pencapaianmu

Pencapaian yang kamu dapatkan itu nggak selalu tentang menang suatu kompetisi, promosi jabatan, dan lain sebagainya. Hal sekecil apapun yang kamu lakukan dan mengarah ke perkembangan diri itu juga suatu pencapaian lho! Misalnya, kamu yang berhasil meningkatkan intensitas baca buku atau kamu yang berhasil mengatur waktu kerjamu lebih efektif lagi. 

Walaupun mungkin nggak secara langsung berdampak mengatasi rasa insecure-mu. Tapi lewat journaling setiap pencapaianmu itu bisa membantumu memberikan pemahaman dan dorongan baik kepada diri sendiri. Jika, setiap orang itu memiliki jalannya masing-masing, jadi nggak perlu terus membandingkan diri sendiri dengan orang lain. Karena, kamu pun punya jalannya sendiri dengan berbagai kisah unik di setiap langkahmu. 

Ternyata mengatasi rasa insecure itu juga bisa kamu lakukan lewat hal-hal kecil yang mungkin belum pernah terbayangkan sebelumnya. Tapi, kamu juga bisa mengembangkan cara-cara tersendiri yang sesuai dengan karakteristikmu untuk bisa mengatasi rasa insecure-mu. Jika kamu nggak mampu mengatasinya sendiri, jangan pernah ragu untuk mendapatkan pendampingan profesional. Tetaplah semangat dan yakinlah dengan kemampuan serta kelebihan yang kamu miliki!




Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *