Becoming Mindful & Resilient in Facing Unpredictable Situation - Sekolah.mu

Becoming Mindful & Resilient in Facing Unpredictable Situation

Published
Categorized as Event, News, Pilihan, Tips Tagged , , ,

“Dunia sedang tidak pasti, bagaimana aku menghadapinya, ya?”

Saat ini kita banyak menghadapi situasi yang serba tidak pasti, baik dalam karier maupun situasi lainnya. Wajar sekali kalau kita gugup menghadapi masa depan yang tak terprediksi, misalnya ada perubahan organisasi di tempat kerja. Namun kita bisa melatih diri untuk menghadapi ketidakpastian, lho. Yuk, belajar lebih mindful dan bangun resiliensi supaya nggak kaget saat berhadapan dengan keadaan tak terduga, terutama saat bekerja!

Mindfulness dan resiliensi

Mindfulness adalah keahlian kognitif yang untuk berfokus pada di mana kita saat ini, apa yang kita kerjakan, dan mengabaikan distraksi dari sekitar. Dengan bersikap mindful, kita bisa hadir sepenuhnya untuk mengerjakan, menyadari, dan mengurai apa yang kita alami sekarang. 

Sementara itu, resiliensi adalah bentuk ketahanan atau ketangguhan kita dalam beradaptasi menghadapi tantangan yang tak terduga. Menjadi resilien berarti ketika kita menghadapi situasi yang tidak sesuai harapan, kita bisa tetap bangkit dan pulih untuk menghadapinya. Alih-alih fokus pada hal yang negatif, orang yang resilien akan fokus pada apa yang bisa ia kontrol dan kerjakan dalam menghadapi kesulitan.  

Ketika kamu dapat menerapkan mindfulness dan bersikap resilien dalam keseharian, kamu akan lebih siap dan tidak panik dalam menghadapi momen-momen tidak terduga di dunia kerja. Kamu pun akan lebih stabil menghadapi naik-turunnya hidup tidak mudah terbawa emosi dan stress saat bekerja. 

Benefit menjadi mindful dan resilien

Tentunya, dengan menerapkan mindfulness dan resiliensi, kita bisa mendapat benefit tersendiri. Berikut adalah beberapa benefit yang kita bisa dapatkan. 

Mengurangi stres dan cemas

Perasaan stress dan cemas memang menjadi salah satu musuh terbesar kita dalam bekerja. Terlebih, ketika kita membiarkan pikiran berjalan ke hal-hal yang belum terjadi atau tidak bisa kita kontrol. Perasaan ini sering kali menjadi penghambat produktivitas dan kinerja kita di tempat kerja. Ketika kamu sudah menerapkan mindfulness dan resiliensi, kamu akan lebih lega dan menerima semua situasi yang terjadi di luar kendali dan kuasamu. 

Focus on your goals

Saat kamu sudah bisa bersikap mindful dan bangun resiliensi dalam dirimu, kamu cenderung akan fokus pada tujuan awal kerjamu tanpa memikirkan hal-hal yang bukan menjadi tanggung jawabmu. Kamu juga bisa lebih yakin akan kemampuan diri dan usaha yang telah kamu lakukan untuk meraih target yang kamu tentukan! 

Membangun mindfulness dan resiliensi

Kita bisa belajar lebih mindful dan bangun resiliensi untuk menghadapi situasi tak terduga, lho. Yuk, coba praktikkan hal-hal di bawah ini!

Berlatih meditasi 

Mindfulness ini bisa dilatih lewat meditasi, lho. Kamu bisa mulai dengan mengerjakan meditasi singkat, misalnya 5 menit, untuk fokus pada apa yang kamu rasakan: bagaimana tubuh bergerak di tiap helaan nafas, merasakan sensasi di seluruh badan, dan melatih pikiran untuk tak berpindah dari saat ini. Lemaskan ototmu sesuai dengan postur alami. Coba fokuskan pikiran pada nafasmu, dan ketika pikiranmu berpindah ke tempat lain, kembali fokus ke helaan nafas. Dengan melakukan latihan ini secara rutin, kamu akan terbiasa untuk fokus di saat ini alih-alih melompat ke situasi lainnya.

Journal to be self aware

Yang terlihat simple namun sebenarnya sulit untuk dilakukan, kenali diri sendiri secara lebih jauh. Terkadang kamu sibuk mengenali dan berusaha memahami orang lain, tetapi cenderung lupa untuk memahami perasaanmu sendiri. Padahal penting lho untuk memahami dan menerima pikiran, perasaan, serta perilaku diri sendiri agar kamu tetap dapat melanjutkan pekerjaanmu di tengah situasi asing atau tidak terduga. Coba untuk berlatih menulis jurnal tiap hari. Catat situasi yang dihadapi, reaksi yang muncul, dan emosi yang kamu rasakan. Refleksi di jurnal ini bisa membuatmu mengenal diri lebih baik, juga belajar dari kesalahan yang dilakukan. 

Be proactive, not reactive

“Between stimulus and response there is a space. In that space is our power to choose our response.”

Paham banget, kadang kita langsung bereaksi ketika ada kabar kurang menyenangkan atau masalah yang muncul mendadak. Namun reaksi kita terkadang justru memperkeruh pikiran, bukannya menyelesaikan masalah. Yuk, coba jeda sejenak ketika ada masalah yang timbul. Di antara stimulus dan respons, kita memiliki kebebasan memilih untuk mengambil respons yang paling tepat. Atur napas secara teratur agar kamu lebih tenang dalam mengambil tindakan terbaik sebagai respons-mu. 

Develop problem solving skill

Untuk menghadapi keadaan dan tantangan yang datang secara tiba-tiba, kamu perlu untuk mengembangkan problem solving skill-mu agar tidak bingung ketika berhadapan langsung dengan masalah nyata di pekerjaanmu. Mulailah dengan mengurai masalah-masalah yang kamu hadapi satu-persatu. Tentukan skala prioritas dan langkah yang harus diambil. Setelahnya, refleksikan apakah kamu berhasil memecahkan masalah yang dihadapi. Lakukan hal ini terus-menerus sehingga kamu terbiasa untuk problem solving secara taktis dan efektif.

Embrace healthy thoughts

Percaya nggak, ternyata terbiasa berpikir secara positif bisa membantumu dalam menghadapi situasi sulit. Kita bisa mulai dengan mencoba menempatkan masalah di perspektif yang tepat; tidak memperbesar atau memperkecil masalah. Terkadang, ketika kita merasa kewalahan, ternyata kita masih bisa meminta tolong untuk memecahkan tantangan yang dihadapi. Berpikir optimis bahwa kita bisa melewati masalah ini akan membantu kita tetap tenang dalam merespons masalah tersebut. 

Accept change

Hal yang pasti di dunia adalah perubahan. Tidak ada situasi yang terus sama, maka penting bagi kita untuk menyadari bahwa perubahan memang akan terus terjadi. Kita bisa memvalidasi perasaan yang muncul, mengurai emosi, dan kemudian berfokus pada hal-hal yang bisa kita lakukan untuk menyikapi perubahan yang terjadi. 

Nah, kira-kira kamu udah cukup jadi pribadi yang mindful dan resilien saat bekerja belum nih? Yuk, belajar lebih mindful dan bangun resiliensi agar kita bisa merespons segala kejadian tidak terduga, baik di tempat kerja maupun di ranah lainnya! Semoga kita bisa tetap berkembang dengan lebih baik sekalipun ada tantangan tak terduga yang datang yaa. Keep on growing and fighting, MuFriends!

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *