Action-Oriented Leadership: Build Your Own Action-Oriented Team - Sekolah.mu

Action-Oriented Leadership: Build Your Own Action-Oriented Team

Published
Categorized as Event, News, Pilihan, Tips Tagged , ,

Dinamika organisasi yang beragam hanya bisa dihadapi oleh pemimpin yang mampu bertanggung jawab dengan peran yang cukup besar dalam suatu tim. Peran pemimpin menjadi amat vital karena mereka memegang kunci utama dalam mempengaruhi para anggotanya untuk membuat sebuah perubahan. Seperti yang kita tahu, menyatukan dan mempengaruhi berbagai individu dengan latar belakang dan karakteristik yang berbeda bukan menjadi hal yang mudah untuk dilakukan. Maka dari itu, kita perlu mempelajari metode kepemimpinan yang fleksibel dan sesuai lho untuk menghadapi berbagai tantangan yang akan semakin beragam di masa depan.

Dalam menghadapi tantangan yang terjadi, setiap pemimpin tentunya memiliki metode yang berbeda untuk mengarahkan anggotanya. Dari sekian banyak metode kepemimpinan yang ada, action-oriented leadership menjadi salah satu yang dianggap efektif untuk menggerakkan anggota tim. Lantas, apa sih sebenarnya yang perlu dilakukan untuk menjadi action-oriented leader?

What is action-oriented leadership?

Action-oriented leadership adalah metode kepemimpinan yang melibatkan tindakan dan memimpin dengan memberikan contoh. Orientasi utamanya ada pada sikap dan pola pikir yang mengutamakan tindakan sebagai bentuk nyata kesigapan seseorang dalam merespon setiap perubahan yang terjadi. Ketika seorang pemimpin memiliki mindset itu, ia akan mampu bergerak cepat untuk mengambil tindakan dalam menghadapi sebuah tantangan. Seseorang dengan metode kepemimpinan ini juga cenderung lebih berani dalam menghadapi segala rintangan dan hal baru sebagai pembelajaran, sehingga terbentuk karakter yang kuat dalam prosesnya.

Keunggulan action-oriented leadership

Apa sih keuntungan yang kamu dapatkan ketika kamu menerapkan action-oriented leadership dalam gaya kepemimpinanmu? Tentunya, pemimpin dengan mindset ini memiliki keuntungan yang berbeda dibandingkan gaya kepemimpinan lainnya yang tidak berfokus utama pada tindakan. 

Fokus mencari solusi

Ketika kamu memiliki mindset action-oriented leadership, concern utama kamu bukan lagi terjebak mencari dan menyalahkan siapa yang salah, tetapi kamu akan lebih fokus mencari solusi yang tepat dan efektif dalam menyelesaikan masalah.

Memberikan kontribusi yang jelas

Sebagai pemimpin, kamu dapat memberikan kontribusi yang jelas dan hasil yang nyata bagi organisasimu. Kontribusi tersebut dapat berupa produk, jasa, atau inovasi yang kamu hasilkan untuk mengembangkan perusahaan.

Menginspirasi orang sekitar

Tanpa kamu sadari, mindset action-oriented leadership yang kamu miliki bisa memotivasi atau bahkan menginspirasi anggotamu untuk lebih giat dalam bekerja dan mengambil tindakan. Kesigapanmu dalam mengambil tindakan menjadi hal yang tidak dimiliki oleh semua orang dan dapat menjadi inspirasi bagi orang lain di sekitarmu. 

Steps to building an action-oriented team

Untuk membangun sebuah tim yang berfokus pada tindakan, terdapat beberapa tahapan yang harus kamu lalui untuk mencapainya lho. Yuk, simak beberapa tahap di bawah ini untuk menerapkannya!

Forming

Pada tahap awal ini, struktur tim sudah terbentuk dan sudah terjadi perkenalan antara seluruh anggota. Sebagai pemimpin, kamu perlu untuk mengenali anggotamu secara lebih menyeluruh, mulai dari karakternya, spesialisasinya, keunggulannya, hingga pengalaman terbaik yang dialaminya dalam bekerja. Untuk mengenal anggotamu secara lebih akrab, kamu juga bisa mengajak anggotamu untuk sekadar berbincang santai di luar topik pekerjaan untuk lebih mengenal satu sama lain. Eits, jangan lupa untuk turut menjelaskan di tahap ini bahwa tim kamu akan berfokus pada tindakan dan solusi konkret untuk menyelesaikan masalah yang dihadapi ya!

Storming

Sangat wajar jika di tengah perjalanan tim kamu akan terjadi badai yang dirasakan secara individu, maupun tim. Badai tersebut dapat disebabkan oleh munculnya rasa ragu dan khawatir dari para anggota, atau bahkan terjadinya konflik antar anggota. Ketika para anggota dirasa telah lepas kendali, kamu perlu mengarahkan tim kamu untuk fokus pada hal-hal yang dapat dikerjakan.

Sebagai pemimpin, kamu juga memiliki peran untuk memotivasi mereka dalam melewati tahap ini dengan baik. Memang sih, rasanya tidak mudah untuk menyemangati orang lain ketika kita juga berada di fase itu. Nah, dalam tahap ini kamu bisa mengelola pikiran dan perasaan kamu dengan melakukan tindakan-tindakan positif yang secara tidak langsung akan menjadi contoh bagi anggotamu.

Norming

Pemimpin juga bertugas untuk membentuk norma atau peraturan baru dalam sebuah tim yang dibuat berdasarkan pengalaman nyata yang dirasakan dalam tahap storming. Kamu dapat mengajak timmu untuk refleksi dan evaluasi secara berkala untuk belajar dari kesalahan yang sebelumnya terjadi.

Performing

Setelah memiliki peraturan baru dan merasa lebih yakin dengan kemampuan yang dimiliki, ini saatnya untuk tim kamu tampil dan menunjukkan kinerja terbaiknya. Pada tahap ini, sebuah tim dapat memberikan solusi konkret dan hasil nyata yang memuaskan. Misalnya produktivitas yang meningkat atau target tim yang terpenuhi. 

Adjourning

Ketika suatu projek sudah berakhir, kamu bisa memberikan evaluasi kepada anggotamu untuk menjadi pelajaran agar kesalahan yang sama tidak terulang ke depannya. Eits, jangan lupa untuk beri apresiasi juga untuk mereka yang sudah bekerja keras, ya!

Nah, untuk menghadapi berbagai tantangan dan perubahan yang akan datang di masa depan, kamu membutuhkan skill kepemimpinan yang fleksibel untuk menyesuaikan diri seiring berjalannya waktu. Karena itu, yuk pahami dan pelajari metode action-oriented leadership untuk menjawab berbagai permasalahan yang mungkin timbul!

Psst, gimana? Kamu sudah dapat gambaran belum nih mau membangun action-oriented team kamu seperti apa? Semoga kamu dan team-mu selalu dapat mengambil tindakan yang tepat dalam menyelesaikan masalah dan mencari solusi ya!

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *